Oleh:Ronggolawe el-Kempedy
Murca sudah konsekuensi pemerintah Indonesia yang sok demokratis kepada pendidikan. Sepintas kalimat ini memang sungguh pedas di telan nurani, akan tetapi realita kekinian pendidikan Indonesia memaksa kita untuk menyantap kepedasan itu.
Kemurcaan itu semakin tampak jelas ketika para elite politik kita sibuk memasang kuda-kuda merebut kursi kekuasaan 2009. Atas nama hak angket, dengan matang mereka merencanakan kudeta tak terlihat terhadap rezim SBY-JK.
Sementara itu, di lain pihak, pendidikan yang kian menbumbung harga jualnya semakin menyesakkan dada rakyat jelata, kaum sudra reformasi. Betapa tidak, nominal yang sedemikian tinggi tak urung membuat mereka semakin enggan duduk di bangku pendidikan. Terlebih pagi para calon mahsiswa baru, sebagaimana yang kita lihat saat ini, untuk mendaftar ke sebuah perguruan tinggi negeri saja, mereka dituntut untuk mengeluarkan seluruh isi kantong mereka.
Posted by lothek .jpg)












