“Tanam tongkat dan batu jadi tanaman”
Mungkin itulah sepenggal lyrik yang dinyanyikan oleh koes plus diawal tahun ‘80an dan sekaligus menggambarkan betapa suburnya tanah ibu pertiwi ini. Mulai dari emas, timah, batu bara, nikel, tembaga, perak, dan barang tambang lainnya semua telah tersedia untuk dimanfaatkan guna kesejahteraan rakyat Indonesia .
Namun kini, sulitnya masyarakat untuk mendapatkan beras murah, minyak murah dan kebutuhan pokok lainnya semakin jauh dari harapan masyarakat. Dan ini adalah fakta hukum yang tidak terbantahkan. Fenomena kecil seperti konversi minyak tanah (mitan) ke gas yang cenderung dipaksakan oleh pemerintah adalah bukti bahwa untuk merubah suatu budaya yang sudah mengakar ditengah masyarakat tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Artinya, masyarakat yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya telah menggunakan minyak sebagai bahan bakar untuk keperluan memasak, menggoreng dan lain sebagainya harus dipaksa oleh pemerintah untuk beralih ke gas elpiji dalam waktu beberapa bulan saja. Perlu diketahui bahwa dengan menggunakan gas elpiji, masyarakat merasa asing dan tidak biasa. Bahkan ada sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa : saya takut mas, takut meledak tabungnya.. Belum lagi harganya yang mahal.

Posted by lothek .jpg)












