GERMA; TIDAK CUKUP SEKEDAR HEROIS

June 17, 2008

Oleh: Joemardi Poetra*

Sejarah telah menorehkan tinta emas pada gerakan mahasiswa sebagai satu kekuatan politik dalam merebut kedaulatan Republik Indonesia dari tangan kolonialisme primitif, namun pantaskah dengan pendekatan heroisme semata, Germa melanjutkan tongkat perjuangannya.

Mahasiswa sebagai salah satu entitas sosial masyarakat yang strategis dalam mensemestakan gagasan (NADEMKRA) dan memberantas budaya bisu (Culture Silence) masyarakat Indonesia, yang selama ini beranak pinak oleh ideologi konservatifnya, nampaknya mulai menemukan kebuntuan, dimana harus mengamBil posisi dan menawarkan solusi yang bakal menghkhiri “sandiwara” dari semua isu-isu normativ selama ini yang belum dirasakan oleh seluruh element bangsa, terutama bagi mereka yang termarginalkan oleh konstruk sosial masyarakat apatis (baca: Ideologi liberalisme).

Dalam sejarahnya, gerakan mahasiswa adalah ruang exsperimentrasi dari sebuah penyatuan antara idealita dan realitas, sehingga menghendaki sebuah tindakan atau praktek yang menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat (intelktual organik), Namun saat ini, gerakan mahasiswa terkesan tertidur lelap dengan kemapanan dan logika kewajarannya, sehingga tidak menemui titik produktivnya sebagai insan yang bertanggungjawab atas latar sosial yang silang sengkurat selama ini.

Read the rest of this entry »