<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lotek.Com</title>
	<atom:link href="http://lothek.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lothek.wordpress.com</link>
	<description>Lugas, Autentik &#38; Kritis</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Aug 2008 20:15:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lothek.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lotek.Com</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lothek.wordpress.com/osd.xml" title="Lotek.Com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lothek.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menyoal 34 Partai</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com/2008/08/16/menyoal-34-partai/</link>
		<comments>http://lothek.wordpress.com/2008/08/16/menyoal-34-partai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 20:13:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lothek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lothek.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Konstelasi politik Indonesia dewasa ini kian memanas, seiring proses kampanye partai politik sudah mulai dilaksanakan, tepat pada tanggal 12 Juli 2008, hingga 5 April 2009. Tidak berlebihan kalau tahun 2008 adalah awal mula pesta demokrasi bagi semua partai politik di negeri yang sedang sakit ini.  Disamping itu, tahun ini bakal menjadi kesempatan sebagian elite politik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=147&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Konstelasi politik Indonesia dewasa ini kian memanas, seiring proses kampanye partai politik sudah mulai dilaksanakan, tepat pada tanggal 12 Juli 2008, hingga 5 April 2009. Tidak berlebihan kalau tahun 2008 adalah awal mula pesta demokrasi bagi semua partai politik di negeri yang sedang sakit ini.  Disamping itu, tahun ini bakal menjadi kesempatan sebagian elite politik untuk mencalonkan dirinya menjadi orang nomor satu, tidak untuk nomor dua dan nomor urut berikutnya dalam mengatur roda kepemerintahan berikutnya. </span></p>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Sejumlah slogan, seperti rakyat bersatulah, ekonomi kerakyatan, mencintai produk dalam negeri, menang kalah tak jadi soal, menjadi alasan nomor wahid, mengapa mereka maju dan ikut bertarung merebut kursi kekuasaan pada putaran pemilihan umum tahun 2009 mendatang. Akan tetapi, sampai saat ini, bursa calon presiden masih dihiasi oleh wajah-wajah politikus generasi lama. Wajah yang sebenarnya tidak lagi meyakinkan untuk membawa perubahan di negeri ini, tetapi begitu mengagumkan ketika melihat mereka tampil, laiknya seorang aktor film ternama, di depan layar televisi, papan iklan di sepanjang jalan kota-desa, bahkan kamar WC pria-wanita sekalipun, dimana senyum politik serta janji-janji manisnya begitu mudah diperjual-belikan. </span></p>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Fenomena semacam ini menandakan bahwa perilaku politik manusia Indonesia memang sedang gila-gilanya, karena masyarakat dibuat bingung untuk membedakan mana isi dan mana bentuk yang akan diperjuangkan oleh mereka lewat puluhan kendaraan politik, padahal kehadiran puluhan partai saat ini terlihat samar. Sedangkan barang yang samar adalah barang yang tidak boleh untuk dipilih, apalagi dimiliki, sebelum keraguan benar-benar pupus. </span></p>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span id="more-147"></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">Sedari awal, keberadaan partai politik adalah sebuah institusi yang esensial di dalam demokrasi. Partai politik ada karena kebutuhan hubungan yang erat antara masyarakat sipil dengan pemerintahan. Kay Lawson (1988) mengemukakan, partai politik menyediakan &#8216;jembatan penghubung&#8217; antara pemilih, proses pemilihan umum, dan pemerintah yang dihasilkan dari proses tersebut. Namun pertanyaannya kemudian adalah, seberapa jauh kemampuan 34 partai politik untuk mengakomodasi kepentingan </span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;"><em>grassroot</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Sudah barang tentu, 34 partai yang berlaga pada putaran pemiliham umum kali ini patut dicermati dengan penuh kehati-hatian oleh setiap elemen masyarakat. Fakta menunjukkan, banyaknya partai seringkali menampakkan wajah yang ambigu. Di satu sisi, banyak partai dinilai sebagai ekspresi dari demokrasi. Sementara di lain sisi, menjamurnya partai tidak diikuti dengan peningkatan kesadaran politik rakyat. Hal itu terbukti dari laporan Lembaga Survei Indonesia yang menyebutkan ada 65% responden menyatakan bahwa sikap dan perbuatan partai politik selama ini tidak mewakili kepentingan rakyat. Ini menandakan gairah masyarakat menyambut pemilu tidaklah seperti tahun 1999 dan 2004, bahkan ada indikasi cukup kuat bagi kebangunan kaum golongan putih pada pesta demokrasi tahun 2009 mendatang.  Faktornya banyak, antara lain karena puluhan parpol tidak bertarung berdasarkan platform bagaimana membawa negeri ini menjadi negeri yang lebih bermartabat, adil, makmur, sentosa, dan sudah barang tentu memposisikan kedaulatan rakyat sebagai pijakan awal dalam melahirkan beragam kebijakan, sehingga mengorbankan kepentingan rakyat, seperti menaikkan harga BBM akhir-akhir ini telah mengingkari itu semua. Disamping itu, keberadaan politikus yang tampil di partai baru, sudah jelas jejak petualangannya. Mereka umumnya telah larut dalam praktek yang korup sehingga gagal mewujudkan cita-cita reformasi, maka hasilnya adalah kehidupan demokrasi yang palsu, yang hanya bermanfaat bagi pembusukan birokrasi dan penyelundupan kekayaan bagi para pejabat anti rakyat</span></p>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Dengan demikian, meminjam istilah Arbi Sanit, menjamurnya partai politik saat ini adalah pertanda terjadinya proses minimalisasi demokrasi. Tidak salah kiranya, ada anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa semakin banyak partai, semakin banyak pula tindak pengkhianatan di negeri yang sudah banyak pengkhianat ini. </span></p>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Namun, apapun yang terjadi dibalik buramnya visi-misi partai politik bagi perbaikan negeri ini, waktu pun terus menggelinding, dan sembilan bulan tetaplah momen strategis bagi tiap-tiap partai untuk kembali marapatkan barisan dan mengencangkan tali ikat pinggang guna bertarung merebut kepercayaan seluruh warga Indonesia. Berbagai cara telah dan akan dilakukan, mulai dari kampanye tertutup seperti yang diatur oleh undang-undang pemilihan umum hingga secara terbuka, walaupun hal itu selalu dibantah oleh pemuka partai dengan alasan bertepatan pada hari ulang tahun partai atau aktivitas sosial lainnya. Belum lagi proses Pilkadal di beberapa daerah diyakini menjadi lahan strategis untuk melakukan pendekatan-pendekatan politik dalam menyongsong puncak pesta demokrasi tahun 2009 mendatang. </span></p>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;">Karena itu selalu diperlukan inisiatif dan tekanan pihak lain, seperti kaum intelektual, pers, mahasiswa, LSM dan sebagainya untuk bersedia menyebarkan virus kritisisme terhadap seluruh komponen masyarakat dalam menganalisa setiap tingkah laku partai dan calon-calon yang maju pada putaran pemilu kali ini. Supaya politisi Partai kembali menata niat dan berubah. Kesalahan dalam menentukan pilihan, merupakan pekerjaan yang sudah berulang kali kita lakukan di negeri ini. Hal itu disebabkan sikap kita yang enggan mencatat dan belajar dari sejarah, yakni kegagalan partai dan pemerintah terpilih untuk menghadirkan zaman keemasan yang selama ini masih berdiam diri di alam fiksi.[]</span></p>
<p style="text-indent:0.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#000000;"> *Joemardi Poetra: adalah Wakil Pemimpin Umum LPM ARENA UIN SUKA Yogyakarta<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lothek.wordpress.com/147/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lothek.wordpress.com/147/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lothek.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lothek.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lothek.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lothek.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lothek.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lothek.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lothek.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lothek.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lothek.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lothek.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lothek.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lothek.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lothek.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lothek.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=147&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lothek.wordpress.com/2008/08/16/menyoal-34-partai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2010db00f64cdd4c16561a0461c91f7c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lothek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untitled yang Egois</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com/2008/06/30/untitled-yang-egois/</link>
		<comments>http://lothek.wordpress.com/2008/06/30/untitled-yang-egois/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 14:20:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lothek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lothek.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:Ronggolawe el-Kempedy Murca sudah konsekuensi pemerintah Indonesia yang sok demokratis kepada pendidikan. Sepintas kalimat ini memang sungguh pedas di telan nurani, akan tetapi realita kekinian pendidikan Indonesia memaksa kita untuk menyantap kepedasan itu. Kemurcaan itu semakin tampak jelas ketika para elite politik kita sibuk memasang kuda-kuda merebut kursi kekuasaan 2009. Atas nama hak angket, dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=143&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh:Ronggolawe el-Kempedy</p>
<p style="text-align:justify;">Murca sudah konsekuensi pemerintah Indonesia yang <em>sok</em> demokratis kepada pendidikan. Sepintas kalimat ini memang sungguh pedas di telan nurani, akan tetapi realita kekinian pendidikan Indonesia memaksa kita untuk menyantap kepedasan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemurcaan itu semakin tampak jelas ketika para elite politik kita sibuk memasang kuda-kuda merebut kursi kekuasaan 2009. Atas nama hak angket, dengan matang mereka merencanakan kudeta tak terlihat terhadap rezim SBY-JK.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, di lain pihak, pendidikan yang kian menbumbung harga jualnya semakin menyesakkan dada rakyat jelata, kaum sudra reformasi. Betapa tidak, nominal yang sedemikian tinggi tak urung membuat mereka semakin enggan duduk di bangku pendidikan. Terlebih pagi para calon mahsiswa baru, sebagaimana yang kita lihat saat ini, untuk mendaftar ke sebuah perguruan tinggi negeri saja, mereka dituntut untuk mengeluarkan seluruh isi kantong mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span id="more-143"></span>Harga jual pendidkan yang tinggi—dalam tulisan ini pada ranah kampus—itu tidak hanya diiklankan oleh kampus-kampus swasta, melainkan juga sebagian besar kampus yang menyanjung predikat &#8220;state&#8221; ikut- ikutan memasarkan pendidikan sebagai barang komoditas. Jelas saja itu merupakan pengaruh globalisasi yang bersendikan pasar bebas. Jika pendidkan sudah di serahkan ke pasar, maka hanya akan ada satu logika yang muncul <em>yang punya uang akan semakin pintar, sedangkan yang miskin, yang tidak punya uang hanya bisa meneteskan air liur dan akan semakin bodoh. </em>Tentunya, lagi-lagi karena sindrom euforis, atau bahkan psikopatis pasar bebas, mereka akan semakin dibodohi dan ditindas oleh kaum berpunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh semua sebab itulah, maka lahir pertanyaan yang seharusnya tidak ada dalam negara demokratis &#8220;Siapakah yang akan memperhatikan ketimpangan pendidikan Indonesia dan berusaha untuk merubahnya jika para dedengkot pemerintahan dan para wakil rakyatnya sudah bersikap apatis terhadap hal itu?&#8221; Kiranya berdasarkan fakta yang ada, pertanyaan ini sudah terjawab dengan sendirinya. Sedangkan pertanyaan paling krusial untuk dijawab bersama adalah apakah hanya karena pemilu 2009 yang akan datang para petinggi pemerintahan Indonesia bersikap apatis terhadap problematika pendidikan?</p>
<p style="text-align:justify;">Antonio Gramsci dengan konsep hegemoninya telah memberikan starting point yang jelas untuk menjawab pertanyaan tersebut. Berdasarkan konsepsinya, pemikiran Gramsci mengimplisitkan bahwa rezim yang tengah mempertahankan status quo dengan sengaja mengindoktrinasi ideologi pro pemerintah secara hegemonial. Alur yang paling tepat untuk mengindoktrinasi ideologi tersebut adalah pendidikan. Melalui pendidikan ideogenesasi halus dengan mudah menciptakan generasi muda baru pro pemerintah, atau dalam bahasa Gramsci disebut dengan &#8220;membuat blok historis&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Proses penghegemonian ini tidak hanya melalui bahan ajarnya saja, melainkan lebih ekstrem lagi hingga ke sistem pendidikannya. Maksudnya, sebauh rezim sengaja membuat pendidikan hanya dienyam oleh golongan tertentu yang pro pemerintahan. Adapun gologan yang kontra dijauhkan dari pendidikan. Tujuannya adalah agar rakyat miskin yang tak berpunya tetap bisa dibodohi, tetap bisa dikeruk dan dihisap tenaganya tanpa ada protes atau kekritisan apapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada ralitas pendidikan Indonesia sendiri, golongan yang pro terhadap pemerintahan adalah kaum berpunya dan golongan yang kontra adalah rakyat miskin. Jadi, berdasarkan teori Gramsci status quo-lah yang menyebabkan wakil rakyat cenderung apatis terhadap problematika pendidikan Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">* Penulis adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Semester II (2007-sekarang). E-Mail : <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">sobiralazimy@gmail.com</span></span> . Kini aktiv  di Forum Kepenulisan Warna UIN SUKA.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lothek.wordpress.com/143/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lothek.wordpress.com/143/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lothek.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lothek.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lothek.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lothek.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lothek.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lothek.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lothek.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lothek.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lothek.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lothek.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lothek.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lothek.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lothek.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lothek.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=143&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lothek.wordpress.com/2008/06/30/untitled-yang-egois/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2010db00f64cdd4c16561a0461c91f7c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lothek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Petruk Dadi Ratu&#8221;</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com/2008/06/29/petruk-dadi-ratu/</link>
		<comments>http://lothek.wordpress.com/2008/06/29/petruk-dadi-ratu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 13:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lothek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lothek.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Abdul Munir Mulkhan Kekacauan hukum, sistem bernegara dan berbangsa negeri ini bak kahyangan, tempat para dewa, yang sedang dilabrak Petruk, punakawan Arjuna. Suap-menyuap jaksa yang mulai menyeret beberapa petinggi Kejagung seolah berkelindan dengan etos pencarian energi alternatif yang melibatkan ”teknologi jin” (meminjam istilah seorang ahli energi UGM) setelah rakyat harus menanggung beban kenaikan harga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=139&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal"><a href="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/images4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-140" src="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/images4.jpg?w=99&#038;h=139" alt="" width="99" height="139" /></a>Oleh Abdul Munir Mulkhan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Kekacauan hukum, sistem bernegara dan berbangsa negeri ini bak kahyangan, tempat para dewa, yang sedang dilabrak Petruk, punakawan Arjuna.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Suap-menyuap jaksa yang mulai menyeret beberapa petinggi Kejagung seolah berkelindan dengan etos pencarian energi alternatif yang melibatkan ”teknologi jin” (meminjam istilah seorang ahli energi UGM) setelah rakyat harus menanggung beban kenaikan harga minyak dunia justru di negeri produsen minyak. Di sisi lain, pemerintah seolah tersandera para pihak yang dengan lantang memenuhi ambisi hegemoniknya atas tafsir tunggal kekudusan ilahi. Nilai-nilai terjungkir balik saat orang saleh yang patuh hukum dituduh berlaku jahat karena keyakinannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Derita warga negeri para dewa itu menjadi lengkap saat para pejabat menggunakan kekuasaan sebagai alat memperkaya diri, penegak hukum menjual perkara, keputusan pengadilan tergantung berapa dibayar, dan keamanan dijamin sepanjang bisa membayar centeng. Pabrik penyedia bibit menjual hak bertani kepada petani dan broker surgawi menggunakan para dewa sebagai legitimasi kekerasan atas siapa saja yang berbeda. Mereka yang saleh secara sosial berbasis tafsir minoritas dituduh menodai kekudusan ilahi yang halal dan diusir dari tempat tinggalnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Orang-orang miskin yang bekerja keras di pinggir-pinggir jalan kota diburu seolah pencuri. Namun saat mereka gagal membeli obat bagi anak-istri yang sakit, tiada yang peduli. Dosa penilap miliaran rupiah uang rakyat tidak berarti sepanjang tidak menyimpang dari tafsir mayoritas. Negeri para dewa telah gagal melindungi warga minoritas dan mereka yang miskin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;"><span id="more-139"></span>Pembangkangan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Dalam dunia pewayangan, saat penyimpangan para dewa meluas, para punakawan—Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong—mulai membangkang. Puncak pembangkangan terjadi ketika Petruk melabrak Kahyangan Jonggring Saloko (istana para dewa), mengobrak-abrik dan mendekonstruksi tatanan yang selama ini dipakai para dewa serta juragan (elite) untuk berselingkuh. Arjuna, sang juragan yang biasanya dilayani punakawan, dipaksa mematuhi titah Petruk, sang raja baru. Saat itulah Petruk membuka seluruh aib para dewa dan juragan, saat semua kekuatan pengontrol lumpuh oleh perselingkuhan kolektif. Geger kahyangan itu hanya bisa diredam Sang Semar, yang dalam mitos pewayangan dilukiskan sebagai dewa yang turun ke bumi menjadi pangawas kehidupan di mayapada.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Kini praktik kehidupan bernegara dan politik nasional seolah seperti situasi negeri para dewa dalam lakon Petruk Dadi Ratu, saat etik dijungkirbalikkan dengan laku amoral, baik-buruk kesalehan diukur berdasarkan tafsir tunggal keyakinan akan yang kudus, dan benar-salah hukum tergantung pada jumlah bayaran. Wakil rakyat menilap uang rakyat untuk memenuhi libidonya dengan seribu dalih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Pemimpin partai menjadikan lembaga politik bagai firma yang terus memproduksi barang dagangan dan mencari untung melalui mekanisme pasar. Rekrutmen anggota dan pengurus berbasis mekanisme pasar serta penyumbang pundi-pundi partai akan mendapat kedudukan sesuai jumlah sumbangannya. Seolah berlomba dengan partai, rekrutmen anggota dan pemimpin organisasi sipil-keagamaan berlangsung lebih kurang serupa sehingga terperangkap dalam jaring laba-laba politik kekuasaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Derita rakyat menjadi lengkap, seperti balada petani desa di Jawa Timur yang bisa ditemukan di berbagai tempat di Tanah Air. Petani desa itu berjuang keras meningkatkan produksi tanaman jagungnya agar bisa hidup lebih layak. Berdasarkan pengalaman panjang, secara kreatif petani mengembangkan pemuliaan benih jagung. Impian bisa menikmati hidup lebih baik merebak saat mereka berhasil menaikkan hasil produksi. Kegembiraan menyebar ke desa-desa tetangga saat mereka bisa membeli benih ”unggul” itu jauh lebih murah dengan hasil panen lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Namun, impian petani itu menjadi malapetaka, saat tiba-tiba mereka menerima surat panggilan kepolisian atas pengaduan sebuah perusahaan penyedia bibit jagung. Petani itu menghadapi berbagai tuduhan, seperti pencurian atau pemalsuan bibit. Beberapa petani pun harus meringkuk di penjara atas tuduhan yang tak mereka pahami. Ketakutan mengembangkan daya kreatif pun meluas. Petani itu tidak habis mengerti, ”mengapa negara menghukum yang kreatif meningkatkan produksi bertani jagung guna memperbaiki taraf hidupnya”. Tidak ada pembelaan dari instansi pemerintah. Mereka cuci tangan dan ikut menyalahkan petani yang dipandang terlalu banyak tingkah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Seperti balada petani, sekelompok warga berusaha mengenal Sang Kudus yang diyakini dengan menempatkan pemimpin yang dipercaya memiliki kedekatan dengan para dewa. Dengan bimbingan sang tokoh, mereka berusaha mempraktikkan hidup saleh, bekerja dengan jujur, bertetangga secara harmonis, dan membantu warga lain yang memerlukan. Impian hidup surgawi di bumi dan sesudah mati terus memberi energi kehidupan sehari-hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Bagai disambar petir di siang terik saat mereka tiba-tiba menghadapi tuduhan menodai kekudusan para dewa akibat penghargaannya kepada sang pemimpin karena dipandang menyimpang dari tafsir mayoritas. Mayoritas warga negeri para dewa itu menempatkan penganut tafsir minoritas sebagai penjahat yang tak bisa diampuni kecuali bersedia menyatakan tunduk kepada mayoritas. Sebagian dari mereka diusir dari tempat mereka selama bertahun-tahun menetap dan beranak-pinak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Harapan lebih manusiawi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Maksiat sosial-ekonomi berjubah tafsir mayoritas sering dipandang jauh dari penodaan kekudusan para dewa sehingga tidak patut dihujat dengan seluruh kekuatan sosial-politik. Neraka seolah begitu dekat saat yang kudus ditafsirkan dan dimaknai secara unik sebagai basis kesalehan sosial-ekonomi karena dianggap menodai dasar keyakinan atas yang kudus. Sebaliknya, neraka seolah tak menyentuh penilap miliaran rupiah uang rakyat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Inilah saatnya Petruk ke kahyangan, membalikkan keadaan dan mendekonstruksi hegemoni hukum serta kebenaran yang tanpa keadilan dan kemanusiaan. Penodaan kekudusan dewa tidak hanya diukur dari tafsir mayoritas, tetapi juga, yang lebih penting, diukur dari perilaku saleh secara sosial dan secara ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;">Negeri ini punya harapan akan hari depan yang lebih manusiawi, berkemakmuran, dan berkeadilan di bawah bayangan surgawi. Masalahnya, bagaimana kita menyadari kebutuhan hidup bersama dalam sebuah kebhinnekaan. Elite partai, pemerintahan, dan keagamaan perlu lebih mengedepankan aksi nyata kemanusiaan daripada berbusa berdebat tentang wujud benar akan yang ilahi. Kesalehan ketuhanan dan surgawi juga perlu dibuktikan dengan kesalehan kemanusiaan yang konkret serta obyektif.</p>
<p class="MsoNormal"><strong> Abdul Munir Mulkhan Anggota Komnas HAM; Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong>Sabtu, 28 Juni 2008 | 00:33 WIB.</p>
<p class="MsoNormal">Artikel ini diambil dari Media KOMPAS Cetak.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lothek.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lothek.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lothek.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lothek.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lothek.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lothek.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lothek.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lothek.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lothek.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lothek.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lothek.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lothek.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lothek.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lothek.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lothek.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lothek.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=139&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lothek.wordpress.com/2008/06/29/petruk-dadi-ratu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2010db00f64cdd4c16561a0461c91f7c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lothek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/images4.jpg?w=99" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SALAF RAYAKAN HAFLAH</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com/2008/06/27/salaf-rayakan-haflah/</link>
		<comments>http://lothek.wordpress.com/2008/06/27/salaf-rayakan-haflah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 13:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lothek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lothek.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Tebuireng.net-Wisma Laskar Hisbullah (LH) Bawah atau lebih dikenal dengan wisma salaf, kemarin (14/04) merayakan Hari Lahirnya yang ke 14. Acara yang sebelumnya diramaikan dengan beberapa penampilan santri itu dihadiri oleh KH. Zubaidi Muslih, H. Agus Irfan Yusuf (Gus Irfan), KH. Agus Fahmi Amrullah (Gus Fahmi) dan  dan beberapa Dewan Asatid serta santri salaf. Hitungan 14 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=137&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><span style="color:#0000ff;"><a href="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/images3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-138" src="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/images3.jpg?w=156&#038;h=108" alt="" width="156" height="108" /></a>Tebuireng.net</span>-Wisma Laskar Hisbullah (LH) Bawah atau lebih dikenal dengan wisma salaf, kemarin (14/04) merayakan Hari Lahirnya yang ke 14. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:22.8pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Acara yang sebelumnya diramaikan dengan beberapa penampilan santri itu dihadiri oleh KH. Zubaidi Muslih, H. Agus Irfan Yusuf (Gus Irfan), KH. Agus Fahmi Amrullah (Gus Fahmi) dan<span>  </span>dan beberapa Dewan Asatid serta santri salaf. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:22.8pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Hitungan 14 dimulai dari awal berdirinya wisma yang sebelumnya dipakai untuk Sekolah Persiapan (SP) ini. Salaf sendiri adalah salah satu program jurusan di MA Tebuireng yang secara khusus mendalami kita-kitab salaf. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:22.8pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Bukan hanya itu, Program yang konon dipelopori oleh (Alm) Gus Ishom ini juga mencanangkan hafalan Al-Fiyah Ibnu Malik. Selain itu, para santri yang mengikuti program salaf kerap sekali mewakili Pesantren Tebuireng untuk mengikuti bahtsul masa&#8217;il baik tingkat Jombang (FBMPP) maupun Jawa Timur (FMPP). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:22.8pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><span id="more-137"></span>Ke depan diharapkan dengan dipertahankannya pengajian-pengajian salaf, Pesantren Tebuireng tidak akan kehilangan ciri khasnya sebagai Pesantren tua yang mempelopori lahirnya ulama&#8217; salaf. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:22.8pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Apalagi untuk tahun ajaran depan, di Tebuireng akan didirikan lembaga baru bernama Madrasah Muallimin Hasyim Asy&#8217;ari, yang orientasinya hampir sama dengan program salaf. &#8220;Muallimin merupakan saudara kembar salaf&#8221; Cetus Gus Fahmi dalam sambutannya.(konc@r</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lothek.wordpress.com/137/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lothek.wordpress.com/137/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lothek.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lothek.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lothek.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lothek.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lothek.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lothek.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lothek.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lothek.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lothek.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lothek.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lothek.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lothek.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lothek.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lothek.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=137&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lothek.wordpress.com/2008/06/27/salaf-rayakan-haflah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2010db00f64cdd4c16561a0461c91f7c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lothek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/images3.jpg?w=116" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Real Power</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com/2008/06/27/the-real-power/</link>
		<comments>http://lothek.wordpress.com/2008/06/27/the-real-power/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 04:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lothek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Kata-kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lothek.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Amronee Ahmad Jika roh ini merupakan syarat bagi adanya badanku, maka darimana rohku ini diambil ? dari mana rohku ini diciptakan ? kemana pula aku diarahkan ? aku hidup diarahkan atau terserah aku ? Semakin aku menapaki jejak ini, semakin aku bingung, semakin gelisah. Mungkin juga kegelisahan itulah yang menjadikan aku. Semakin gelisah, semakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=134&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Oleh: Amronee Ahmad</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">Jika roh ini merupakan syarat bagi adanya badanku, </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">maka darimana rohku ini diambil ?</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">dari mana rohku ini diciptakan ?</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">kemana pula aku diarahkan ?</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">aku hidup</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">diarahkan</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">atau</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;">terserah aku ?</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span id="more-134"></span><span style="font-size:small;">Semakin aku menapaki jejak ini,</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><span lang="de-DE">semakin aku bingung, semakin gelisah.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">Mungkin juga kegelisahan itulah yang menjadikan aku.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:small;"><span lang="de-DE">Semakin gelisah,</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">semakin menjadi.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">Semakin menemukan titik terang</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">kemana aku harus pergi.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">Kegelisahan yang menjadikan aku menjadi aku.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">Kalau aku ada karena gelisah, </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">Apakah aku diciptakan dari gelora kegelisahan-Nya.?</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">Kegelisahan yang semakin lama</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">semakin menggumpal</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">Gumpalan yang lebih padat</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left"><span style="font-size:small;">dari semua materi yang ada.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="left">
<p style="margin-bottom:0;text-align:left;"><span style="font-size:small;"><em>Sekarsuli, 27 Juni 2008</em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lothek.wordpress.com/134/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lothek.wordpress.com/134/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lothek.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lothek.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lothek.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lothek.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lothek.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lothek.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lothek.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lothek.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lothek.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lothek.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lothek.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lothek.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lothek.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lothek.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=134&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lothek.wordpress.com/2008/06/27/the-real-power/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2010db00f64cdd4c16561a0461c91f7c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lothek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN TAK BERARAH</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com/2008/06/27/pendidikan-tak-berarah/</link>
		<comments>http://lothek.wordpress.com/2008/06/27/pendidikan-tak-berarah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 04:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lothek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lothek.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Amronee Ahmad, Lebih dari setengah abad, Indonesia telah merdeka. Pengambilalihan kedaulatan oleh bangsa Indonesia dari penjajah, memberikan titik terang terhadap arah kehidupan bangsa Indonesia. Pada saat itu pulalah pendidikan mulai diarahkan untuk tujuan kepentingan bangsa, bukan lagi kepentingan penjajah. Segala macam praktek pendidikan merujuk pada tujuan pokok bangsa yakni penanaman jiwa patriotisme. Pelaksanaan pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=133&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Amronee Ahmad,</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/p2142895.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-135" src="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/p2142895.jpg?w=132&#038;h=179" alt="" width="132" height="179" /></a>Lebih dari setengah abad, Indonesia telah merdeka. Pengambilalihan kedaulatan oleh bangsa Indonesia dari penjajah, memberikan titik terang terhadap arah kehidupan bangsa Indonesia. Pada saat itu pulalah pendidikan mulai diarahkan untuk tujuan kepentingan bangsa, bukan lagi kepentingan penjajah. Segala macam praktek pendidikan merujuk pada tujuan pokok bangsa yakni penanaman jiwa patriotisme.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify">Pelaksanaan pendidikan memang tidak dapat terlepas dari kondisi sosio-politik yang ada. Perkembangan pendidikan merupakan hasil dialektika antara sosio-politik dengan pendidikan itu sendiri. Tidak semata-mata hanya untuk memberikan pengetahuan, intelektual, perkembangannya lebih kearah kepentingan bangsa. Pendidikan bukan hanya sebagai alat mencerdaskan bangsa, tetapi merupakan alat pencetak patriotisme rakyat terhadap bangsa. Mata pelajaran yang diberikan syarat dengan muatan patriotisme, nasionalisme serta pengokohan jati diri bangsa sebagai bangsa yang merdeka. Contohnya mata pelajaran Civic, yang diberikan mulai dari tingkat SLTP, yang berisikan tentang pengetahuan-pengetahuan kewarganegaraan, politik, sosial, serta kepribadian bangsa. <span lang="de-DE">Fenomena tersebut memberikan kesimpulan bahwa ideologi pendidikan sangat bergantung pada ideologi bangsa. </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" align="justify"><span id="more-133"></span><span lang="de-DE">Jika pada saat itu arah pendidikan lebih merupakan upaya untuk mencapai tujuan bangsa, atau ideologi pendidikan sama dengan ideologi bangsa, maka bagaimana dengan ideologi pendidikan saat ini? Apakah masih merupakan sama dengan ideologi bangsa, atau hanya merupakan pengejawantahan dari ideologi individu-individu yang bernafsu untuk berkuasa, mempertahankan status quo. Atau yang lebih ironis sekali jika ideologi pendidikan saat ini merupakan aplikasi dari ideologi negara luar, negara adikuasa, yang ingin mempertahankan hegemoninya terhadap bangsa lain. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu bisa dilihat dari penganalisaan pendidikan yang saat ini dilaksanakan. </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">Belakangan ini banyak bermunculan instansi atau lembaga-lembaga pendidikan, baik formal maupun informal. Pendirian instansi tersebut tentunya mempunyai idealitas tersendiri. Keberadaannya menambah marak persaingan antar sekolah dalam bidang pendidikan dengan instansi atau lembaga pendidikan yang sudah lama ada. Lembaga yang lamapun berusaha mempertahankan eksistensinya. Segala cara dan langkah dijalankan. Perubahanpun tak terelakkan lagi, baik yang bersifat teknis atau bahkan idealis, karena perubahan tersebut merupakan suatu keniscayaan.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">Persaingan dalam segala hal, mulai dari input siswa, proses pembelajaran, sampai pada output, merupakan jadwal rutin penyelenggara pendidikan. Tentunya persaingan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Walaupun di dalam UUD ’45, telah termaktub amanat bangsa tentang pembiayaan pendidikan sebesar 20 %, hal ini belum pernah dilakukan oleh birokrasi. Hal ini memberikan dampak bahwa biaya pendidikan, yang semakin lama semakin naik yang diakibatkan persaingan pendidikan yang tak terelakkan, dibebankan kepada rakyat, khususnya orang tua. Problematika seperti ini akan semakin parah jika para penyelenggara pendidikan atau bahkan birokrasi bersikap apatis terhadap realita yang ada. Akan semakin banyak rakyat yang tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">Kondisi tersebut bukan tanpa disadari oleh birokrasi. Mereka sadar betul akan situasi seperti ini. Untuk menyikapinya, maka pemerintah mulai membadan hukumkan pendidikan atau lebih dikenal dengan nama Badan Hukum Pendidikan (BHP). Dalam pelaksanaan, BHP lebih seperti industrialisasi dimana ada imbal balik, kompensasi, untung rugi. Di dalam BHP, penyelenggara pendidikan, negeri maupun swasta, diberikan keluasan untuk membuka lahan bagi investor untuk menanamkan investasinya di instansi atau lembaga pendidikan. Walaubagaimanapun, Pemerintah memberikan batasan bagi akumulasi investor maksimal sekitar 40 % dari seluruh biaya pendidikan suatu instansi, demi terselenggaranya pendidikan atau lebih pasnya, persaingan pendidikan.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">Persaingan yang semakin lama akan semakin memanas, jika tak diimbangi dengan kesadaran ideologi bangsa maka pendidikan akan kehilangan arah. Pendidikan akan mengarah kepada suatu ideologi tertentu yang menjalankan pendidikan. Disadari atau tidak, konstruk pemikiran pelaksana pendidikan akan dipenuhi dengan persaingan pendidikan yang disorientasi ideologi bangsa. Maka bukan hal yang aneh jika produk-produk pendidikan saat ini dan mendatang, jika tak disadari dan tak ada perubahan orientasi, akan menghasilkan manusia-manusia yang mekanistis, materialis, dan anti moral. Paradigma yang berkembang hanya mempertimbangkan materi. Sikap manusia tak ubahnya seperti robot yang sangat tergantung pada pengendalinya, tidak mempunyai independensi dan kering akan rasa kemanusiaan, atau bahkan rasa ketuhanan.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">Adanya BHP yang merupakan solusi tetapnya keberlangsungan persaingan pendidikan, akan memberikan ruang pada bergesernya ideologi pendidikan yang sesungguhnya merujuk pada ideologi bangsa, menjurus pada ideologi personal, atau bahkan ideologi bangsa luar. Mereka, bangsa luar, akan mulai mengendalikan arah pendidikan sesuai dengan ideologi mereka. Sedikit demi sedikit, tapi pasti, atau menggunakan falsafah jawa, <em>alon-alon asal kelakon</em>. Pendidikan yang berlangsung hanya semata-mata sebagai pemuasan keinginan mereka. Hegemoni merekalah yang terjadi.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">Kondisi seperti ini tak ubahnya pada saat masa penjajahan terjadi. Segala hak, kebebasan, dan tujuan akan dikekang. Dengan sedikit modifikasi kemasan, kolonialisme dan imperialisme mulai diterapkan kembali. Segala bantuan yang diberikan tetap mengacu pada slogan “tak ada yang gratis“. Dominasi kaum kapitalis yang bersembunyi dibalik demokrasi mulai melakukan prakteknya.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">Perlu adanya antithesis bagi keberlangsungan Neo-imperialisme, walaupun sedikit lebih halus daripada saudara tuanya, imperialisme. Sosialisme dan nasionalisme yang bersemayam dibalik perjuangan kemerdekaan dan upaya mempertahankannya yang merupakan aksi kritis terhadap segala bentuk penjajahan yang ada perlu ditumbuhkembangkan kembali. Sikap kritis terhadap realita yang ada harus ditumbuhsuburkan untuk menghasilkan neo-sosialisme dan neo-nasionalisme.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">Kedua paham inilah yang sudah ditinggalkan oleh bangsa indonesia khususnya dalam bidang pendidikan. Saat ini, sudah tidak ada pelajaran yang mempelajari tentang keindonesiaan, nasionalisme, serta patriotisme. Perlu dikhawatirkan bahwa penyelenggara pendidikan saat ini, mulai dari birokrasi sampai instansi, baik negeri maupun swasta, sudah tidak berorientasikan kepentingan bangsa.</p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;text-align:right;" lang="de-DE"><em>Anggota Dewan Penasehat Organisasi</em></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:right;" lang="de-DE"><em>Himpunan Mahasiswa Santri Keluarga Alumni Tebuireng</em></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:right;" lang="de-DE"><em>Yogyakarta</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="de-DE" align="right"><em>Sekarsuli, 08 April 2008</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lothek.wordpress.com/133/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lothek.wordpress.com/133/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lothek.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lothek.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lothek.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lothek.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lothek.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lothek.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lothek.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lothek.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lothek.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lothek.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lothek.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lothek.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lothek.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lothek.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=133&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lothek.wordpress.com/2008/06/27/pendidikan-tak-berarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2010db00f64cdd4c16561a0461c91f7c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lothek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/p2142895.jpg?w=214" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>INDONESIA KINI</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com/2008/06/22/indonesia-kini/</link>
		<comments>http://lothek.wordpress.com/2008/06/22/indonesia-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 15:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lothek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lothek.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[LAPINDO Meluber ke jalan Memotong kesempatan Mendatangkan kemiskinan Membawa ketidakpastian Hasil tani hancur dilumat oleh lumpur Hasil kebun diterjang oleh pasir berhaluan Semua pergi begitu saja Tak pernah ada kabar yang datang Berujung keputusasaan Rame-rame membawa bambu runcing Mulut berbusa menampakkan Kemarahan Berujung dengan pembunuhan Lapindo, berhentilah, aku tak kuasa lagi Setiap hari kami kehilangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=127&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">LAPINDO</span></span><a href="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagescaa8whid.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-128" src="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagescaa8whid.jpg?w=161&#038;h=118" alt="" width="161" height="118" /></a></p>
<p>Meluber ke jalan<br />
Memotong kesempatan<br />
Mendatangkan kemiskinan<br />
Membawa ketidakpastian<br />
Hasil tani hancur dilumat oleh lumpur<br />
Hasil kebun diterjang oleh pasir berhaluan<br />
Semua pergi begitu saja<br />
Tak pernah ada kabar yang datang<br />
Berujung keputusasaan<br />
Rame-rame membawa bambu runcing<br />
Mulut berbusa menampakkan Kemarahan<br />
Berujung dengan pembunuhan<br />
Lapindo, berhentilah, aku tak kuasa lagi<br />
Setiap hari kami kehilangan<br />
Kehilangan apa yang harus kami pegang<br />
Pemerintah<br />
Engkau dimana, pergi tak kasih kabar</p>
<p><span id="more-127"></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">OLAHRAGA BIBIR KAUM AKTIVIS</span></span><a href="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagescaa4hjn0.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-129" src="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagescaa4hjn0.jpg?w=152&#038;h=110" alt="" width="152" height="110" /></a></p>
<p>Siapa yang tidak mengenalmu</p>
<p>Tubuh kurus, rambut gondrong dan berperawakan kiler pastinya</p>
<p>Kapitalisme menjadi wacana keseharianmu</p>
<p>Neo-liberalisme menjadi Common Anamy bagimu</p>
<p>Sosialisme menjadi tumpuan perjuanganmu</p>
<p>Apa yang kurang darimu, Bung</p>
<p>Ketika itu semua tak lagi dibicarakan oleh banyak orang</p>
<p>Rasanya semua sudah kau punya</p>
<p>Soekarno telah kau jadikan akar kesejarahan untuk berjuang di garis massa</p>
<p>Hatta juga kau jadikan manusia pejuang yang berketuhanan untuk memacu gerak darah juangmu</p>
<p>Apalagi, Tan Malaka?</p>
<p>Bukankah kau jadikan ia sebagai bapak pemuda seluruh Indonesia untuk meraih kemerdekaan 100%</p>
<p>Tapi, kenapa?</p>
<p>Kenapa kau pintar beralasan..</p>
<p>Bingung aku mengenalimu</p>
<p>Rasanya, kau telah jauh berubah</p>
<p>Dimana JAS MERAH mu, Bung!</p>
<p>Joemardi P; Wuluh, 20/08/07</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lothek.wordpress.com/127/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lothek.wordpress.com/127/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lothek.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lothek.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lothek.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lothek.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lothek.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lothek.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lothek.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lothek.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lothek.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lothek.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lothek.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lothek.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lothek.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lothek.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=127&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lothek.wordpress.com/2008/06/22/indonesia-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2010db00f64cdd4c16561a0461c91f7c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lothek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagescaa8whid.jpg?w=124" medium="image" />

		<media:content url="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagescaa4hjn0.jpg?w=135" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TUHAN APA AGAMA-MU?</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com/2008/06/22/tuhan-apa-agama-mu/</link>
		<comments>http://lothek.wordpress.com/2008/06/22/tuhan-apa-agama-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 15:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lothek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lothek.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Terlahirkan di dunia yang penuh sengketa, bukan cita-cita siapa-siapa. Tubuh berbalut darah, potongan tubuh yang terpisah serta pikiran suul yakin secara massa, Menjadi makanan keseharian ditengah ketidaksadaran Apa maunya manusia, ketika agama tak lagi menjadi tempat istirahat yang dapat menawarkan perdamaian, ketenangan serta kesejahteraan antar sesama dibawah payung cinta kasih yang tak pernah padam, kecuali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=125&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagesca57wyp5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-126" src="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagesca57wyp5.jpg?w=122&#038;h=150" alt="" width="122" height="150" /></a> Terlahirkan di dunia yang penuh sengketa,<br />
bukan cita-cita siapa-siapa.<br />
Tubuh berbalut darah, potongan tubuh yang terpisah<br />
serta pikiran suul yakin secara massa,<br />
Menjadi makanan keseharian ditengah ketidaksadaran<br />
Apa maunya manusia, ketika agama tak lagi menjadi tempat istirahat yang<br />
dapat menawarkan perdamaian, ketenangan serta kesejahteraan antar<br />
sesama dibawah payung cinta kasih yang tak pernah padam, kecuali Syam<br />
menjemputnya.<br />
Menangis ketika nama-Mu tercantum disebilah pedang yang berlumuran<br />
darah kemerah-merahan.<br />
Menjerit ketika nama-Mu selalu didengungkan ketika melakukan pembajakan<br />
Atas nama kebenaran yang dimiliki oleh orang lain<br />
Tuhan, izinkan aku bertanya pada-Mu. Apa agama-MU?<br />
Bila manusia sadar atas tindakan yang tak mencerminkan esensi dari setiap<br />
ajaran agama yang ada di muka Bumi.<br />
Sudah sangat lelah ketika hidup ini penuh dengan dendam dan<br />
ketidakpastian.</p>
<p>Perpus: Joemardi Poetra, 31-07/07</p>
<p><span id="more-125"></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">HIDUP DI ZAMAN YANG MATI</span></span></p>
<p>Nak..,</p>
<p>Dua matamu terlihat kosong tanpa makna</p>
<p>Dua tanganmu turun kehilangan cita-cita</p>
<p>Mulutmu menganga pertanda kebingungan</p>
<p>Kenapa nak..,</p>
<p>Kenapa kau masih memakai topi berlambangkan burung garuda</p>
<p>Kenapa kau masih memakai baju putih dan bercelanakan merah</p>
<p>Bukankah itu semua sudah mati</p>
<p>Ia tak pernah berpikir tentang kesetiaanmu</p>
<p>Bukankah warisan masa depan telah sirna</p>
<p>Bukankah cita-cita adalah mutiara indah yang tak berisi</p>
<p>Kenapa kau masih menaruh harap padanya</p>
<p>Bukankah itu semua tinggal cerita dan dongengan rakyat jelata</p>
<p>Kenapa nak..</p>
<p>Sudahilah nak</p>
<p>Kau terlanjur hidup ditengah kehdupan yang mati</p>
<p>Mati tapa kehidupan</p>
<p>joemardi P:Perpust: 09 Agustus 07</p>
<p>RAKYAT KUASA</p>
<p>Hidup ini seringkali banyak menyajikan hal yang tidak pasti</p>
<p>Akan tetapi ‘kematian’ selalu menghantui dikala ketidakpastian justru kita peranak-pinakkkan ditengah kesadaran massa</p>
<p>Refeleksi keimanan yang berjuta-juta tahun hendaknya melahirkan kesadaran sosial praksis bagi masyarakat kita</p>
<p>Akan tetapi itu tidak ada ditengah masa rakyat Indonesia saat ini, lantaran evolusi manusia hakiki tidak pernah tercipta</p>
<p>Itulah tugas pemuda kawan..</p>
<p>Transformasi kesadaran serta membongkar serta memporak-porandakan tatanan lama yang hanya bisa menindas</p>
<p>Ganti dengan kesadaran sosial baru yang populis, kritis dan maju</p>
<p>Niscaya Rakyat kuasa atas segalanya</p>
<p>Joemardi P:  14/11/07</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lothek.wordpress.com/125/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lothek.wordpress.com/125/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lothek.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lothek.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lothek.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lothek.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lothek.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lothek.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lothek.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lothek.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lothek.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lothek.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lothek.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lothek.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lothek.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lothek.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=125&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lothek.wordpress.com/2008/06/22/tuhan-apa-agama-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2010db00f64cdd4c16561a0461c91f7c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lothek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagesca57wyp5.jpg?w=104" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi Rakyat Jadi Korban</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com/2008/06/20/sekali-lagi-rakyat-jadi-korban/</link>
		<comments>http://lothek.wordpress.com/2008/06/20/sekali-lagi-rakyat-jadi-korban/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 15:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lothek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lothek.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[BBM &#38; BLT Emak..kapan kau masak nasi Emak..lauk apa yang hendak kau goreng Pak…kenapa gallon di pojok rumah selalu kosong Pak.kenapa? Nak..kita tak lagi punya minyak Minyak untuk menanak nasi Minyak untuk menggoreng terong Sudahlah nak Kita istirahat makan Emak..kenapa harus seperti ini Bukankah nenek moyang dulu pernah berkata Bumi pertiwi Indonesia ini tak akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=114&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagesca125nir.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-115" src="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagesca125nir.jpg?w=148&#038;h=116" alt="" width="148" height="116" /></a><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">BBM &amp; BLT</span></span><br />
Emak..kapan kau masak nasi<br />
Emak..lauk apa yang hendak kau goreng<br />
Pak…kenapa gallon di pojok rumah selalu kosong<br />
Pak.kenapa?<br />
Nak..kita tak lagi punya minyak</p>
<p>Minyak untuk menanak nasi<br />
Minyak untuk menggoreng terong<br />
Sudahlah nak<br />
Kita istirahat makan<br />
Emak..kenapa harus seperti ini<br />
Bukankah nenek moyang dulu pernah berkata<br />
Bumi pertiwi Indonesia ini tak akan habis jadi sumber makanan<br />
Tak akan pernah habis<br />
Nak..nenekmu itu benar<br />
Namun nenekmu lupa melanjutkan ceritanya<br />
Bahwa;<br />
Sumber makanan yang tersedia di perut bumi ini<br />
Hanya diperuntukan bagi mereka yang buas..<br />
Untuk mereka yang rakus dan berhati besi baja<br />
Kita tidak bisa apa-apa<br />
Dan hanya medengar cerita kalau BBM kembali turun harganya<br />
Bahkan kalau perlu gratis untuk rakyat seperti kita<br />
Terus bagaimana dengan bantuan lansung tunai ( BLT)<br />
Ya sudah….kita juga enggak tercatat sebagai orang miskin<br />
Jadi kita istirahat sambil menungu sang ajal tiba</p>
<p><span id="more-114"></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">Emak, Bapak &amp; Aku?</span></span></p>
<p>Butiran keringatmu terus mengalir</p>
<p>Membasahi pori-pori bumi</p>
<p>Dan terus mengalir menuju aliran telaga yang tak berujung</p>
<p>Bahkan menabrak pintu hati yang tak berkunci</p>
<p>Emak,</p>
<p>Bapak,</p>
<p>Kau pernah bercerita</p>
<p>Uang kiriman waktu itu</p>
<p>Dihasilkan dengan menghilangkan banyak hal</p>
<p>Sakit yang tiada henti</p>
<p>Tangisan sulit ditutupi</p>
<p>Tak sedikitpun kau kesal,</p>
<p>Marah, dan putus asa apalagi</p>
<p>Menyumpahi aku, sebagai anak yang tak tahu diri</p>
<p>Engkau memang titipan Tuhan</p>
<p>Yang sangat berarti</p>
<p>Tapi,</p>
<p>Aku,</p>
<p>Benarkah harta Tuhan yang sengaja</p>
<p>Di lempar ke perut bumi ini</p>
<p>Untuk membuatmu sedikit mampu</p>
<p>Membuka barisan gigi</p>
<p>Dan kucuran air mata bahagia membasahi pipi</p>
<p>Di hari tuamu[]</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">Monas berdarah</span></span></p>
<p>Kemarin,</p>
<p>Insiden monas terjadi</p>
<p>Wajah ketakutan</p>
<p>Dalam diri anak, ibu dan bapak</p>
<p>Lumuran darah merah memenuhi wajah</p>
<p>Benyolan di setiap kujur tubuh</p>
<p>Silang singkurat bambu melintas di setiap jasad anak manusia</p>
<p>Menghiasi pentas sinetron di setiap televisi</p>
<p>Ada apa engkau akhi..</p>
<p>Apa yang salah dengan keyakinanmu</p>
<p>Kekerasan,</p>
<p>Meniscayakan korban</p>
<p>Tapi, siapa korban dan aksi bringasmu</p>
<p>Saudaramu sendiri</p>
<p>Sungguh nai’f</p>
<p>Sudah selesaikan</p>
<p>Sebelum</p>
<p>Kekerasan menjadi corak hidupmu</p>
<p>Untuk kesekalian kalinya</p>
<p>Apa kata dunia?</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Manusia Artifisial</span></p>
<p>Kau bilang isi itu bentuk</p>
<p>Bentuk itu isi</p>
<p>Konsistensi berpikirmu kini</p>
<p>Corak pandang hidupmu</p>
<p>Tak lagi waras</p>
<p>Ubahlah</p>
<p>Keran zaman terus berubah</p>
<p>Joemardi Poetra/19/05/08</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lothek.wordpress.com/114/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lothek.wordpress.com/114/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lothek.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lothek.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lothek.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lothek.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lothek.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lothek.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lothek.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lothek.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lothek.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lothek.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lothek.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lothek.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lothek.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lothek.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=114&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lothek.wordpress.com/2008/06/20/sekali-lagi-rakyat-jadi-korban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2010db00f64cdd4c16561a0461c91f7c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lothek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/imagesca125nir.jpg?w=120" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wajah Buram Pendidikan</title>
		<link>http://lothek.wordpress.com/2008/06/17/wajah-buram-pendidikan/</link>
		<comments>http://lothek.wordpress.com/2008/06/17/wajah-buram-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 10:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lothek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lothek.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[SEHARUSNYA KAU TIDAK SEKOLAH Aku sekolah ingin menemui siapa aku Aku sekolah ingin mencari jalan bagaimana mengisi kehidupan Itu semua diamini oleh banyak orang Tak terkecuali kedua orangtuaku mereka telah membanting tulang Mengukir batu menjadi perabot beharga mahal “Untuk apa”, tanyaku. “Untuk biaya sekolah”, jawabnya. Tapi, setelah berjalan dengan lipatan waktu Itu semua tak tersediakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=102&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;">SEHARUSNYA KAU TIDAK SEKOLAH</span><a href="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-104" src="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/2.jpg?w=133&#038;h=167" alt="" width="133" height="167" /></a></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Aku sekolah ingin menemui siapa aku</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Aku sekolah ingin mencari jalan bagaimana mengisi kehidupan </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Itu semua diamini oleh banyak orang </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Tak terkecuali kedua orangtuaku</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> mereka telah membanting tulang  Mengukir batu </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">menjadi perabot beharga mahal</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> “Untuk apa”, tanyaku. </span> <span style="color:#ff0000;">“Untuk biaya sekolah”, jawabnya. </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Tapi, setelah berjalan dengan lipatan waktu</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> Itu semua tak tersediakan </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Justru aku menjadi orang lain,</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> Orang lain yang tidak bermakna bagi kehidupan </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Sungguh, aku tertipu,</span> <span style="color:#ff0000;">tipu muslihat yang kau kabarkan </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Ternyata, sekolah tidak menyediakan apa-apa</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">kecuali kehidupan yang tidak hidup</span></p>
<p><span id="more-102"></span><span style="color:#0000ff;">AKU KENAL INDONESIA</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Indonesia </span>Kau ku kenal semenjak ada upacara bendera</p>
<p>Kau ku kenal ketika salah satu bintang olahraga menjadi juara</p>
<p>Begitu menyenangkan</p>
<p>Tapi, Akhir-akhir ini</p>
<p>Aku mengenal mu sebagai Komunitas masyarakat yang mengerikan</p>
<p>Sekaligus menakutkan.,</p>
<p>laiknya monster kebingungan mencari makan A</p>
<p>ku kian mengenalmu dari setiap laporan berita</p>
<p>Bahwa nerakanya kekerasan</p>
<p>REVOLUSI DI MULAI DARIMANA?</p>
<p>Kita selalu berdiskusi tentang Indonesia<br />
Setelah itu tiada<br />
Sampai waktu yang tidak bisa dipastikan<br />
Kembali lagi<br />
Melakukan pekerjaan yang sama<br />
Di meja dan warung yang sama pula<br />
Tidak ada perubahan<br />
Betulkan revolusi di mulai dari mulut<br />
Atau revolusi adalah aksi<br />
Ah dasar filosofi kopi<br />
Membuat sesuatu menjadi gampang<br />
Dan tidak dikerjakan.</p>
<p>Joemardi Poetra/17/05/08<br />
Di kamar lantai II. kunjungi web blog kami: <span style="color:#0000ff;">www.joemardipoetra.wordpress.com</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lothek.wordpress.com/102/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lothek.wordpress.com/102/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lothek.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lothek.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lothek.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lothek.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lothek.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lothek.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lothek.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lothek.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lothek.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lothek.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lothek.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lothek.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lothek.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lothek.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lothek.wordpress.com&amp;blog=3490486&amp;post=102&amp;subd=lothek&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lothek.wordpress.com/2008/06/17/wajah-buram-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2010db00f64cdd4c16561a0461c91f7c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lothek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lothek.files.wordpress.com/2008/06/2.jpg?w=95" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
