.jpg)

| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Aug | ||||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||







|
| dedi syaputra on Buku Tamu | |
| joemardipoetra on Buku Tamu | |
| mantebszone on Buku Tamu | |
| joemardipoetra on Buku Tamu | |
| afiq_ulinnuha on Buku Tamu | |
| Rudy byz9991… on Buku Tamu | |
| Dewo on Buku Tamu | |
| Dewo on Buku Tamu | |
| ACEP IQBAL SYAMSUL E… on Profil | |
| alexander bin ahmad … on Profil | |
| acep iqbal syamsul e… on Profil | |
| dedi Syaputra on Buku Tamu | |
| andiy on INDONESIA DALAM SETIAP BE… | |
| lothek on Buku Tamu | |
| alfain on Buku Tamu |





Theme Contempt by Vault9.
Blog at WordPress.com.
April 15, 2008 at 8:00 pm
Mahalnya biaya pendidikan adalah bentuk ketidakpekaan pemerintah terhadap kondisi bangsanya. Pendidikan saat ini hanyalah tempat bagi mereka yang beruang (the have). Kemanakah keberpihakan Pemerintah saat ini. Telah menjadi rahasia umum, sekolah telah menjadi pabrik yang selalu memikirkan untung rugi. jadi, tugas suci yang diemban dan dipercaya oleh masyarakat terhadap lembaga pendidikan hanya ada dalam cerita fiksi.
May 3, 2008 at 5:16 pm
GURU & MARTABAT BANGS
Oleh: Joemardi Poetra
Mengajar adalah panggilan, bukan lompatan karir. (Bruce M. Penniman, Guru teladan dari Massachusetts)
Pada dasarnya, mengajar saya anggap sebagai pelayanan kemanusiaan. Sangatlah penting bagi saya untuk memberikan kembali apa yang telah saya peroleh. (Don Jonhson, guru teladan dari Minnesota)
Saat mengajar, saya merayakan kenikmatan belajar setiap harinya. (Charles Zezuka, Guru teladan dari Connecticut)
Ilmuawan mendapatkan penghargaan setelah menemukan sesuatu. Jenis penghargaan yang saya dapatkan adalah jika saya telah menjangkau seoarang anak atau jika saya telah membantu mereka untuk mengerti. Tidak ada penghargaan laian yang bisa melebihi itu. (Donna Fisher, guru teladan dari Rockwell, Texas)\
Saya diajarkan bawah tidaklah cukup hanya dengan menjalani hidup saya sendiri. Saya ada di planet ini untuk membuat perubahan dalam kehidupan orang lain. (guru teladan dariMaryland)
Sebagai orang Amerika, senjata terhebat di dalam gudang senajata kita adalah pendidikan. Tidak ada yang lebih patriotis yang bisa dilakukan seseoarang dalam karirnya selaian menjadi seoarang guru. (Chaunchey Veatch, guru teladan dari California)
Mengajar adalah operasi otak tanpa merusak kulit. Mengajar sebaiknya tidak dianggap enteng dan tidak dilakukan oleh seoarng amatir. (Daniel Walker, guru teladan dari Alaska)
Saya tidak bisa mesin yang mengeluarkan informasi.yang bvisa kami lakukajn hanyalah memberikan alat pada mereka agar pergi ke luar dan belajar bagi dirinya sendiri. (Nancy MCRobert, guru teladan dari Kansas).
Kita harus memutuskan apakah kita ingin pendidikan menciptakan penggerak dalam roda kesuksesan, atau apakah kita ingin pendidikan membantu manusia untuk menjadi manusia. Pendidikan menyediakn hahal yang tidak bisa kita jual di pasar dunia, seperti musik, kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain, dan kemampuan untuk menikmati hidup. (Rae Ellen McKee, guru teladan dari Virginia Barat).
Guru perlu memperhatikan lebih dari sekedar prestasi hariannya. Guru perlua melihat akan menjadi apakah murid mereka nanti. (Pam Cassar, guru teladan.)
Cara belajar yang luar biasa dimulai dari keingintahuan. Guru yang selalu ingin tahu akan mengalami dunia dengan cara yang berbeda. (esse Jhonshon, Guru teladan dari California).
Kegagalan adalah kondisi sementara. Dimana ada kehidupan, disana pula ada sebuah harapan.
Jika sejarah membosankan, maka kita juga membosankan, Anthony J . Berrad.
Dalam hidup ini kita tidak pernah selesai menjadi murid, karena perubahan adalah pesan singkat sejarah.
Dalam sejarahnya, keterhubungan antara komunikasi dengan komunitas tidak akan pernah luntur. Maka, kami mengundang kedatangan kawan-kawan sejawat (eks. MA Pon-Pes Tebuireng) kumpul di Kandang Café, Papringan, tanggal 11 April 2008 pukul 20.00. Saya yakin ‘keberpisahan sementara’ kita selama ini, dengan sendirinya telah menumpuk pengalaman yang akan lebih menarik untuk di hear-ingkan bersama. Jadi mohon kedatangannya. Tidak salah kiranya, kita kembali merajut benang yang telah kusut dan bertemu untuk menyudahi kerinduan. Jujur, ini kegelisahan saya tentang ‘kita’ yang pada awalnya pernah satu rumpun, tidak lebih. Tolong kasih tau teman lainnya.
*Diambil dari berbagai sumber
May 28, 2008 at 2:40 pm
BBM naik, harga diri bangsa terjual. rakyat miskin semakin teraliniasi dari bumi pertiwi yang tidak sempat ia santap, seperti merka (koruptor-red) yang terlalu biasa makan harta banyak orang. lawan para koruptor dan jauhi politikus busuk. karena dua hal itu adalah muara degardasi sisitem perpolitikan di tubuh bangsa ini. terlebih bagi mereka yang duduk di krusi partai politik. bagi masyarakt politik itu bagiaman bisa makan, bisa menyekolahkan anak, berobat di rumah sakit serta upah kerja yang layak, tak lebih.tapi, lagi-lagi entah kapan bangsa ini dengan tegas memperuntukkan bagi gressroot.