Indonesia Dalam Rekaman Kata

Indonesia Yang Tenggelam

Mutiara Ibu Pertiwi Tentang Nusantara

Pergi tanpa peta yang jelas
Berlayar tanpa nahkoda handal
Kompas pun tiada memandu arah
Desakan penumpang tak terelakkan
Bocor kecil di setiap sudut dinding kapal
Perut laut memuntahkan isinya
berdatangan menyapu para penumpang
Ia bocor, ia oleng ia terombang ambing bagaikan kapas disapa ombak
Aku melihatnya
Ia pun tenggelam
Dan meninggalkan mata yang kebingungan
Begitu Pilu wahai Indonesiaku
Kapalmu selalu dihantui malapetaka

Joemardi P: 02-08-07

Buruk Sangka

Ketidakpercayaan melahirkan banyak peperangan
Peperangan melahirkan korban
Korban melahirkan tangisan
Tangisan melahirkan ketidakpastian
Usai sudah wahai buruk sangka
Jangan jangkiti budaya massa
Pupuki kepercayaan dengan pupuk kekritisan
Niscaya ketenangan, dan kesejahteraan menjadi senjata ampuh
Utuk meraih akar kesejarahan
Yakni: bendera kebersamaan.

Joemardi Poetra; Perpust: 01-08-07

Mahdayana

Begitu anggun ditengah uraian syair yang kau dendangkan
Burung-burungpun tertidur
diatas pohon tua yang hampir jatuh di kulit bumi
Ditengah para lelaki kau menari
Menari untuk menghibur
Menghibur untuk menatap masa depan
Di atas pentas kau di elu-elukan
Seperti sosok yang mendapat firman dari Tuhan
Kata-katamu dijadikan sabda
Seakan-akan Ke-elokanmu menjadi siraman spirit
Yang tak pernah usai dimakan usia
Kecuali syam bersenggama di atas tubuh seksimu
Mahdayana..!
Tak ada hari tanpa bernyanyi
Teruslah bernyanyi di tengah kehausan sastrawi
Yang hampir terhempaskan oleh peradaban
Teruslah bernyanyi dan sebarkan kata-kata mutiara
Teruslah bernyanyi dibawah payung kebersamaan
Mahdayana..!
ku sebut kamu Seorang pejuang
Pejuang yag selalu setia di garis massa

Joemardi P:perpust: 02-08-07

Izinkan Aku Menyebutmu Pecundang

Kedatangan tak pernah ditunggu
Kepulangan tak pernah diantar
Bumbu cinta antara kita makin usang
Usang dimakan oleh perilaku pecundang
Pecundang berwajah manusia berhati iblis
So..mulai saat ini panggilanmu pacundang
Pecundang yang ketinggalan zaman
Dimana aku kau tempatkan dibawahmu
D…….a………….s……….a………r
P…e…c…..u…d….a………………g

Joemardi P; Perpust: 01-08-07

Saatnya Berganti

Di tengah haluan angin segar yang menerpa kekosongan jiwa para pujangga
Tak pelak, namamu selalu terdengung merdu dimana-mana
lewat keserasian dua bibir tipis setiap kaum Adam
Hadir hanya untuk mengatakan
“Engkau memang wanita syiiiip”
Namun sejarah tetaplah sejarah
yang menghendaki pergeseran
Dan bibir pun tak kuasa mempertahankan getaran lama yang selalu mencuat bak lumpur Lapindo di porong Sidoarjo, selalu dan selalu memuncratkan air pertanda kesepian, kesendirian dan kerinduan yang tertunda
Toh.. pada akhirnya “ia” pun hanya mampu berucap, bukan saatmu lagi …

Joemardi P, 29/05/07

Komunitas Otentik

Di tengah hingar bingar peradaban yang miskin nilai
Akar kesejarahan pun semakin pudar
***
Kita punya kapal bernama Indonesia
Tapi ia kini tinggal menunggu ajal
Ia oleng, diterjang oleh laut pasang
Ia bocor air pun berdatangan
Ia tenggelam di himpit gemulai angin kasar
dan ia pun terdampar di bibir pantai
Hancur tinggalkan tangisan
Dan lahirkan ketidakpastian
***
…….Namun optimisme selalu datang
dikala pesimisme merajalela ditengah ke putus -asaan
Ia begitu siaga di garis massa
***
ku temukan prinsip hidup itu
sebagai puncak kesepakatan nasional
Dikala malam Jum’at datang
Datang dengan sejumlah komunitas cinta
Cinta akan nilai kesejarahan Bangsa
***
Ia bershalawat dengan kritik sosialnya
Ia berdendang seakan-akan memperingatkan hati yang lupa
Ia menepuk hadrah pertanda kapal harus di tambal
Di tambal dengan cinta dan kesadaran
Bahwa kita arang Indonesia
***
Itu ku temukan ditengah kesederhanann Divisi Shalawat
Mungkin merekalah ku sebut pahlawan
Rela dicerca di tengah ketertinggalan
***
Wahai saudaraku
Dosa dan dusta yang menjangkit massa harus sirna di tengah kita
Anti virusnya hanyalah komunitas otentik yang berani mengatakan inilah Indonesia,-
Inikah kita..!

JMP: Menara Kudus UIN, 02-08-07

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: