KONSTELASI POLITIK MENJELANG PEMILU 2009

Kamis pagi (05/05/08), pukul 08.00-13.00 siang, di ruang Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Forum Kajian Islam & Politik (FKIP) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Akbar Tandjung Institut (ATI), mengadakan seminar nasional bertajuk “Membaca Peta Politik Nasional Jelang Pemilu Tahun 2009”. Di samping Akbar Tandjung, sebagai pembicara, mantan wakil ketua KOMNAS HAM Indonesia, Gus Solah, panggilan akrab KH. Solahuddin Wahid, Pimpinan Pesantren Tebuireng Jombang, juga menjadi pembicara dalam seminar tersebut. Ratusan peserta yang menghadiri agenda tersebut mulai dari kalangan Pemerintah, Akademisi maupun tokoh masyarakat di Yogyakarta.

Dalam eksplorasinya, meminjam istilah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Indonesia, Akbar menjelaskan, tahun 2008 saat ini adalah tahun politik menuju Pemilihan Presiden 2009. Kegiatan politik telah berjalan dan bahkan kian kencang. Hal itu bisa dilihat, dari beberapa Partai Politik saat ini sudah melakukan konsolidasi untuk membangun kekuatan di tingkatan masyarakat di level terbawah (daerah). ”Padahal, menurut ketentuan, sembilan bulan telah disediakan waktu khusus untuk melakukan kampanye politik, apa enggak cukup” kilahnya.

Di samping itu, pria kelahiran Solo ini menilai, politik pencitraan lewat media elektronik pun kian gencar dan sudah menjadi rahasia umum, banyak para politikus (daerah-pusat) saat ini, ketika hendak menduduki kursi kekuasan menggunakan fasilitas iklan, seperti yang dilakukan akhir-akhir ini oleh Sutrisno Bahcir, dari Partai Amanat Nasional (PAN), Prabowo, dari Serikat Petani seluruh Indonesia dan Wiranto, dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA). ”Tidak hanya itu, ’kampanye tertutup’ pun di lakukan baragam partai politik, cuman tidak ter-ekspos oleh media,” bebernya.

Dia menambahkan, pada Pemilwa ke depan, 2009, hendaknya menggunakan sistem lansung umum bebas rahasia, sekaligus jujur dan adil, sehingga negara kita kembali memperkokohkan posisi, sebagai negara dunia ketiga yang telah berhasil menjalankan demokrasi selama prosesi pemelihan Presiden maupun legislatif, seperti pada tahun 2004.

Sedangkan, demokrasi dalam kontek kesadaran massa dan aplikasi di lapangan (substansial), belum sedikitpun tercipta, mengingat, konflik di tubuh partai saat ini selalu terjadi, dan tidak sedikit berakhir dengan perpecahan. Begitu juga, di tingkatan horizontal masyarakat terus muncul, dan ini menandakan belum terciptanya kesadaran saling menghargai dan bebas berpendapat. ”Seperti kasus kerusuhan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI,) terhadap aksi Aliansi Kebangsan yang menyuarakan kebebasan beragama dan berkeyakinan, tepat pada hari Pancasila, 1 Juni 2009,” bebernya.

Sebagai pembicara kedua, Solahuddin menyampaikan, sistem perpolitikan di Indonesia saat ini kian sulit diterjemah, lantaran partai politik begitu banyak, dan dilapangannya, kelompok partai tersebut, tidak mampu memposisikan sebagai wadah edukasi bagi konstituennya serta masyarakat secara keseluruhan. Apalagi, beberapa persoalan krusial mengenai situasi sosial-ekonomi Indonesia belum terselesaikan. ”Jadi, ini menandakan, kalau partai politik belum menjalan tugas semestinya, ” tuturnya.

Dia menambahkan, perlu mengurangi jumlah partai Politik, dengan menentukan batas minimum perolehan kursi 5% dan jumlah kursi secara konsekwen. Hal tersebut bisa dilakukan pada tahun 2014, lalu batas % dinaikkan lagi menjadi 7% (baca: makalah; Sungai Budaya dan Kecenderungan Politik). ”Mungkin ini akan menjadi salah satu solusi untuk menciptakan situasi politik yang baik dan terarah,” tuturnya.

Namun sangat di sesalkan, sejauh pengamatan Pengasuh Pesantren Tebuireng ini, di kalangan para politikus, ada kecendrungan, dimana lebih mementingkan persoalan hak sipil terhadap politik, ketimbang hak sispil terhadap sosial-ekonomi. ”Padahal, ini melibatkan jutaan warga negara Indonesia, yang sampai saat ini belum bisa menikmati kehidupan yang layak dan sejahtera,” bebernya.[Joe;wartawan Lotek.Com].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: