Sandiwara Politikus Indonesia

Sandiwara Pilkada

Turun kepasar
Bersalaman ke setiap penjual
Bertanya banyak hal
Untuk meraih dukungan
Membeli tanpa harus ada kembalian
Pertanda kontrak politik dipaksakan
Keihklasan di perjualbelikan
Popularitas begitu di dambakan
Turun ke sawah
Menggunakan pakaian kebesaran
Tanpa sedikitpun ada kekhawatiran
Bercocok tanam di depan tamu undangan
Di bumbui gemuruh tepuk tangan
Demi menandakan jiwa kerakyat-jelataan
Entah apa yang ada di akal, hati dan jiwa mereka
Mereka yang sedang bertarung merebut kursi kekuasaan
Ah begitu pintar mereka..
Mereka yang sedang menteaterkan pentas sandiwara

Diskusi lahir dengan latah

Bertaburan media diskusi di lantai satu
Entah apa pekerjaan setelahnya
Hilang melintang jutaan teori
Entah apa pekerjaan setelahnya
Mengalir deras menuju hulu tanpa arah
Diskusi kenapa engkau lahir dengan latah
Entah apa hasilnya
Kecuali berlomba mengangakan mulut di muka umum
Untuk mengeluarkan pendapat
Pendapat yang jauh dari jantung kebermaknaan
Dan itu bukan jawaban

Joemardi Poetra; 09/05/08.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: