Wajah Buram Pendidikan

SEHARUSNYA KAU TIDAK SEKOLAH

Aku sekolah ingin menemui siapa aku

Aku sekolah ingin mencari jalan bagaimana mengisi kehidupan

Itu semua diamini oleh banyak orang

Tak terkecuali kedua orangtuaku

mereka telah membanting tulang Mengukir batu

menjadi perabot beharga mahal

“Untuk apa”, tanyaku. “Untuk biaya sekolah”, jawabnya.

Tapi, setelah berjalan dengan lipatan waktu

Itu semua tak tersediakan

Justru aku menjadi orang lain,

Orang lain yang tidak bermakna bagi kehidupan

Sungguh, aku tertipu, tipu muslihat yang kau kabarkan

Ternyata, sekolah tidak menyediakan apa-apa

kecuali kehidupan yang tidak hidup

AKU KENAL INDONESIA

Indonesia Kau ku kenal semenjak ada upacara bendera

Kau ku kenal ketika salah satu bintang olahraga menjadi juara

Begitu menyenangkan

Tapi, Akhir-akhir ini

Aku mengenal mu sebagai Komunitas masyarakat yang mengerikan

Sekaligus menakutkan.,

laiknya monster kebingungan mencari makan A

ku kian mengenalmu dari setiap laporan berita

Bahwa nerakanya kekerasan

REVOLUSI DI MULAI DARIMANA?

Kita selalu berdiskusi tentang Indonesia
Setelah itu tiada
Sampai waktu yang tidak bisa dipastikan
Kembali lagi
Melakukan pekerjaan yang sama
Di meja dan warung yang sama pula
Tidak ada perubahan
Betulkan revolusi di mulai dari mulut
Atau revolusi adalah aksi
Ah dasar filosofi kopi
Membuat sesuatu menjadi gampang
Dan tidak dikerjakan.

Joemardi Poetra/17/05/08
Di kamar lantai II. kunjungi web blog kami: http://www.joemardipoetra.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: