INDONESIA KINI

LAPINDO

Meluber ke jalan
Memotong kesempatan
Mendatangkan kemiskinan
Membawa ketidakpastian
Hasil tani hancur dilumat oleh lumpur
Hasil kebun diterjang oleh pasir berhaluan
Semua pergi begitu saja
Tak pernah ada kabar yang datang
Berujung keputusasaan
Rame-rame membawa bambu runcing
Mulut berbusa menampakkan Kemarahan
Berujung dengan pembunuhan
Lapindo, berhentilah, aku tak kuasa lagi
Setiap hari kami kehilangan
Kehilangan apa yang harus kami pegang
Pemerintah
Engkau dimana, pergi tak kasih kabar

OLAHRAGA BIBIR KAUM AKTIVIS

Siapa yang tidak mengenalmu

Tubuh kurus, rambut gondrong dan berperawakan kiler pastinya

Kapitalisme menjadi wacana keseharianmu

Neo-liberalisme menjadi Common Anamy bagimu

Sosialisme menjadi tumpuan perjuanganmu

Apa yang kurang darimu, Bung

Ketika itu semua tak lagi dibicarakan oleh banyak orang

Rasanya semua sudah kau punya

Soekarno telah kau jadikan akar kesejarahan untuk berjuang di garis massa

Hatta juga kau jadikan manusia pejuang yang berketuhanan untuk memacu gerak darah juangmu

Apalagi, Tan Malaka?

Bukankah kau jadikan ia sebagai bapak pemuda seluruh Indonesia untuk meraih kemerdekaan 100%

Tapi, kenapa?

Kenapa kau pintar beralasan..

Bingung aku mengenalimu

Rasanya, kau telah jauh berubah

Dimana JAS MERAH mu, Bung!

Joemardi P; Wuluh, 20/08/07

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: