TUHAN APA AGAMA-MU?

Terlahirkan di dunia yang penuh sengketa,
bukan cita-cita siapa-siapa.
Tubuh berbalut darah, potongan tubuh yang terpisah
serta pikiran suul yakin secara massa,
Menjadi makanan keseharian ditengah ketidaksadaran
Apa maunya manusia, ketika agama tak lagi menjadi tempat istirahat yang
dapat menawarkan perdamaian, ketenangan serta kesejahteraan antar
sesama dibawah payung cinta kasih yang tak pernah padam, kecuali Syam
menjemputnya.
Menangis ketika nama-Mu tercantum disebilah pedang yang berlumuran
darah kemerah-merahan.
Menjerit ketika nama-Mu selalu didengungkan ketika melakukan pembajakan
Atas nama kebenaran yang dimiliki oleh orang lain
Tuhan, izinkan aku bertanya pada-Mu. Apa agama-MU?
Bila manusia sadar atas tindakan yang tak mencerminkan esensi dari setiap
ajaran agama yang ada di muka Bumi.
Sudah sangat lelah ketika hidup ini penuh dengan dendam dan
ketidakpastian.

Perpus: Joemardi Poetra, 31-07/07

HIDUP DI ZAMAN YANG MATI

Nak..,

Dua matamu terlihat kosong tanpa makna

Dua tanganmu turun kehilangan cita-cita

Mulutmu menganga pertanda kebingungan

Kenapa nak..,

Kenapa kau masih memakai topi berlambangkan burung garuda

Kenapa kau masih memakai baju putih dan bercelanakan merah

Bukankah itu semua sudah mati

Ia tak pernah berpikir tentang kesetiaanmu

Bukankah warisan masa depan telah sirna

Bukankah cita-cita adalah mutiara indah yang tak berisi

Kenapa kau masih menaruh harap padanya

Bukankah itu semua tinggal cerita dan dongengan rakyat jelata

Kenapa nak..

Sudahilah nak

Kau terlanjur hidup ditengah kehdupan yang mati

Mati tapa kehidupan

joemardi P:Perpust: 09 Agustus 07

RAKYAT KUASA

Hidup ini seringkali banyak menyajikan hal yang tidak pasti

Akan tetapi ‘kematian’ selalu menghantui dikala ketidakpastian justru kita peranak-pinakkkan ditengah kesadaran massa

Refeleksi keimanan yang berjuta-juta tahun hendaknya melahirkan kesadaran sosial praksis bagi masyarakat kita

Akan tetapi itu tidak ada ditengah masa rakyat Indonesia saat ini, lantaran evolusi manusia hakiki tidak pernah tercipta

Itulah tugas pemuda kawan..

Transformasi kesadaran serta membongkar serta memporak-porandakan tatanan lama yang hanya bisa menindas

Ganti dengan kesadaran sosial baru yang populis, kritis dan maju

Niscaya Rakyat kuasa atas segalanya

Joemardi P: 14/11/07

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: